Senin, 28 Desember 2009

Manusia dalam suatu organisasi mempunyai kedudukan yang sangat strategis karena manusia bisa mengetahui masukan yang perlu diambil dari lingkungan, cara mendapatkan dan menangkap masukkan tersebut menggunakan teknologi, mampu mengolah atau mentransformasikan masukan-masukan tersebut menjadi suatu keluaran atau hasil yang berarti. Manusia menjadi penggerak dan penentu jalannya organisasi, maka perhatian dari pimpinan sangat diperlukan. Perencanaan dan pengawasan dari pimpinan sangat diperlukan dengan didukung oleh semangat kerja dari karyawan sehingga tujuan dari organisasi dapat tercapai pada tingkat yang optimal.

Pengertian Motivasi

Istilah motivasi (motivation) berasal dari bahasa latin yakni movere, yang berarti “menggerakkan” (to move). Ada banyak perumusan mengenai motivasi, menurut Mitchell dalam winardi, motivasi mewakili proses-proses psikologika, yang menyebabkan timbulnya, diarahkanya dan terjadinya persistensi kegiatan-kegiatan suka rela (volunter) yang diarahkan ketujuan tertentu (Winardi, 2001). Setiap pimpinan perlu memahami proses-proses psikologikal apabila berkeinginan untuk membina karyawan secara berhasil dalam upaya pencapaian sasaran-sasaran keorganisasian.

Motivasi juga didefinisikan sebagai dorongan dari dalam diri individu
berdasarkan mana dari berperilaku dengan cara tertentu untuk memenuhi keinginan dan kebutuhanya. Adapun pemotivasian dapat diartikan sebagai pemberian motif-motif sebagai pendorong agar orang bertindak, berusaha untuk mencapai tujuan organisasional ( Silalahi, 2002: 341).

Motivasi dalam organisasi bertujuan untuk mendorong semangat para anggota organisasi, meningkatkan produktivitas, kedisiplinan, dan menciptakan kesejahteraan organisasi agar tercapai tujuan organisasi dengan baik.

Motivasi sangatlah berpengaruh terhadap keberlangsungan akan kehidupan, baik dalam lehidupan sehari-hari maupun dalam iklim organisasi. 

Faktor yang mempengaruhi motivasi dalam organisasi antara lain adalah :

1.Budaya
Budaya organisasi pada dasarnya mewakili norma-norma perilaku yang diikuti oleh para anggota organisasi, termasuk anggota organisasi yang berada dalam hirarki organisasi. Norma tersebut dapat terlihat dari kebiasaan kebiasaan rutinitas yang diterapkan dari organisasi.

Budaya organisasi mampu menjadi faktor kunci keberhasilan organisasi tetapi dapat pula menjadi faktor utama kegagalan organisasi. Budaya ini berbeda-beda tiap organisasi, ada organisasi yang memiliki budaya yang kuat dan ada pula yang memiliki budaya organisasi yang lemah. 

Budaya organisasi banyak berpengaruh pada pola perilaku dalam bidang:
1.nilai-nilai perusahaan (masalah baik-buruk, masalah etika)
2.suasana organisasi (bagaimana orang merasa dan beraksi)
3.gaya kepemimpinan dalam melakukan wewenang

2.Kepemimpinan
Jika dilihat pada konteks kepemimpinan hal yang saling terkait adalah adanya unsur kader penggerak, adanya peserta yang digerakkan, adanya komunikasi, adanya tujuan organisasi dan adanya manfaat yang tidak hanya dinikmati oleh sebagian anggota. Pada dasarnya setiap tindakan yang diambil oleh pimpinan atau manajer mempengaruhi iklim dalam beberapa hal, seperti aturan-aturan, kebijakan-kebijakan, dan prosedur-prosedur organisasi terutama masalah-masalah yang berhubungan dengan masalah personalia, distribusi imbalan, gaya komunikasi, cara-cara yang digunakan untuk memotivasi, teknik-teknik dan tindakan pendisiplinan, interaksi antara manajemen dan kelompok, dan interaksi antar kelompok.


3.Iklim Organisasi
Iklim organisasi adalah serangkaian deskripsi dari karakteristik organisasi yang membedakan sebuah organisasi dengan organisasi lainnya yang mengarah pada persepsi masing-masing anggota dalam memandang organisasi yang berpengaruh terhadap motivasi pada pelaku organisasi.

Menurut Higgins (1994:477-478) ada empat prinsip faktor-faktor yang mempengaruhi iklim organisasi, yaitu :
a. Manajer/pimpinan
b. Tingkah laku karyawan
c. Tingkah laku kelompok kerja
d. Faktor eksternal organisasi

Jenis-Jenis Motivasi
1. Motivasi Instrinsik

Motivasi ini sering juga disebut motivasi murni, yakni motivasi yang sebenarnya timbul dari dalam diri sendiri. Motivasi ini timbul tanpa pengaruh dari luar.
 
Beberapa faktor pendukung motivasi instrinsik organisasi diantaranya adalah: 

(a) Tanggung jawab
Tanggung jawab adalah kewajiban seseorang untuk melaksanakan fungsi yang ditugaskan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan pengarahan yang diterima (Flippo, 1996:103) atau tingkatan sejauh mana anggota organisasi bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang dibebankan (Cherrington, 1996:560).Tanggung jawab dalam organsisasi merupakan hal yang patut diperhitungkan dalam melaksansakan tugas-tugas tertentu dalam suatu organisasi. Karena dengan adanya tanggung jawab penuh berarti dorongan untuk melakukan kewajiban terhadap tugas tertentu dapat meningkatkan kinerja dari organisasi.


(b) Pengakuan dan penghargaan
Kebutuhan akan pengakuan berkaitan dengan keinginan manusia, untuk dihormati dan dihargai orang lain sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Prestasi dan status dimanifestasikan oleh banyak hal yang digunakan sebagai simbol status. Kebutuhan ini artinya adalah respek diri dan respek orang lain.

 Perlu perhatian khusus terhadap penghargaan dan pengakuan organisasi melalui pemberian pujian, bonus dan insentif kepada pegawai yang berhak menerimanya. 


(c) Gaji dan Upah
Seorang karyawan dalam suatu organisasi atau perusahaan akan bekerja dengan baik dapat dilihat dari tingkat gaji atau upah, pemberian tunjangan, kompensasi dan sebagainya. Dimana gaji merupakan salah satu unsur yang penting dalam meningkatkan motivasi kerja. Sebab gaji adalah alat untuk memenuhi berbagai kebutuhan karyawan. Karyawan yang memiliki motivasi yang tinggi maka besar juga kemungkinan tingkat komitmen organisasi yang dimilikinya.

(d) Kebutuhan untuk Merealisasikan Diri
Kebutuhan ini merupakan kebutuhan untuk tumbuh dan berkembang sehingga membutuhkan penyaluran kemampuan dan potensi diri dalam bentuk nyata. Artinya tiap orang ingin tumbuh membangun pribadi dan mencapai hasil. Kebutuhan merealisasikan diri adalah kebutuhan akan aktualisasi diri yang menggunakan kecakapan, kemampuan, ketrampilan dan potensi optimal untuk mencapai prestasi kerja yang sangat memuaskan yang sulit dicapai orang lain. 


(e) Kebutuhan Akan Keamanan

Apabila kebutuhan fisiologikal cukup dipenuhi, maka kebutuhan pada tingkatan berikut yang lebih tinggi yakni kebutuhan akan keamanan, mulai mendominasi kebutuhan manusia. Kebutuhan ini berkaitan dengan kebutuhan akan rasa aman dan proteksi diri, ancaman atau gangguan dari luar.

(f) Percaya Diri

Kepercayaan diri merupakan suatu keyakinan yang dimiliki seseorang bahwa dirinya mampu berperilaku seperti yang dibutuhkan untuk memperoleh hasil seperti yang diharapkan. Orang yang memiliki kepercayaan diri merasa yakin akan kemampuan dirinya sehingga bisa menyelesaikan masalahnya, karena tahu apa yang dibutuhkan dalam kehidupannya serta mempunyai sikap positif yang didasari keyakinan akan kemampuannya.


Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Iklim Organisasi


a. Kehangatan
Kehangatan (warmth) adalah perasaan terhadap suasana kerja yang bersahabat dan lebih ditekankan pada kondisi keramahan atau persahabatan dalam kelompok yang informal, serta hubungan yang baik antar rekan kerja, penekanan pada pengaruh persahabatan dan kelompok sosial yang informal (Toulson & Smith, 1994:457).


b. Dukungan
Dukungan (support) adalah hal-hal yang terkait dengan dukungan dan hubungan antar sesama rekan kerja yaitu perasaan saling menolong antara manajer dan karyawan, lebih ditekankan pada dukungan yang saling membutuhkan antara atasan dan bawahan (Toulson & Smith, 1994:457).


2. Motivasi Ekstrinsik
Motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang disebabkan oleh faktorfaktor dari luar. Adapun yang termasuk ke dalam faktor pendukung motivasi ekstrinsik adalah sebagai berikut :


(a) Hubungan Atasan dan Bawahan

Jika hubungan antara atasan dengan bawahan terjalin dengan baik dengan mempriorotaskan komunikasi yang efektif, maka keserasian dengan motivasi kerja dalam organisasi dapat berjalan dengan baik pula.


(b) Pengembangan
Organisasi perlu melakukan usaha peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan berupa mengikut sertakan pegawai dalam pendidikan, pelatihan dan magang untuk dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya.

(c) Kebijakan dan Administrasi
Peninjauan kembali tentang kebijakan dan administrasi organisasi yang berpihak kepada kepentingan pegawai, seperti merespon kenaikan pangkat dan golongan pegawai tepat pada waktunya, memberi tanggapan positif atas usulan - usulan pegawai.


(d) Hubungan Rekan Sekerja

Dapat dilakukan misalnya dengan cara mengefektifkan kegiatan olahraga berupa senam pagi yang melibatkan seluruh anggota, sehingga dapat terjalin suasana penuh keakraban. 


(e) Kehidupan Pribadi

Kehidupan pribadi seseorang bisa saja menjadi faktor pendorong atau motivasi dalam organisasi.


(f). Lingkungan Kerja
 Menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, rapi, sehat dan bersih serta melengkapi, dan mengganti peralatan kerja yang sudah tidak layak pakai melalui pengadaan peralatan kerja baru dalam jumlah yang memadai. 


(g) Kebutuhan Sosial
Kebutuhan ini merupakan kebutuhan manusia untuk menjadi bagian dari kelompok, mencintai dan dicintai orang lain dan bersahabat. Manusia pada dasarnya selalu ingin hidup berkelompok dan tidak seorangpun manusia ingin hidup menyendiri ditempat terpencil. Kebutuhan-kebutuhan sosial terdiri dari empat kelompok yaitu:
1) Kebutuhan sebagai anggota suatu kelompok
2) Kebutuhan akan perasaan dihormati
3) Kebutuhan akan perasaan untuk maju
4) Kebutuhan akan rasa ikut serta


Upaya pengembangan sumber daya manusia merupakan faktor yang tidak dapat ditinggalkan dalam menjawab permasalahan-permasalahan yang ada, sebab sumber daya manusia handal dan berkualitas merupakan aset organisasi untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi baik jangka pendek maupun jangka panjang

Minggu, 29 November 2009

Organisasi

          Manusia hidup di dunia ini tidak terlepas dari rasa ketergantungan dengan yang lainnya . mereka saling membutuhkan pertolongan dari individu dengan individu lainnya. Oleh karena itu kita sebagai makhluk sosial, manusia dapat digambarkan sebagai antar individu yang saling bergantungan dan membutuhkan. Sehingga komunikasi antar individu-individu atau masyarakat ditentukan oleh perannya masing-masing. Organisasi merupakan kata yang sudah tidak asing lagi bagi kebanyakan orang. Dengan berorganisasi kita dapat mengembangkan potensi yang kita miliki, melatih kerjasama dengan orang lain atau antar kelompok organisasi itu sendiri, maupun dengan berbagai pihak yang saling terkait. Manusia hidup dalam suatu organisasi. d Semua orang di seluruh dunia antara satu sama lain memiliki perkumpulan kumpulan agar mereka dapat menwujudkan visi dan misi tertentu. Menurut saya, organisasi adalaah sekelompok orang yang berkumpul dengan memiliki tujuan bersama untuk meraih suatu pencapaian tertentu. Bisa saja pencapaian tersebut berupa tujuan akhir yag harus dilaksanakan dalam pengelolaan suatu organisasi. Biasanya organisasi dapat dibentuk dari dua orang atau lebih. Adapun nama organisasi ini berasal dari bahasa Yunani yakni organon yang mempunyai arti ’alat’. Maksudnya organisasi adalah suatu wadah / alat / perkumpulan sekelompok orang dengan perannya masing-masing saling berintegrasi satu sama lain dengan cara mendayagunakan sumber daya yang dimiliki. . Hal yang paling mendasar dalam beroraganisasi adalah bagaimana setiap orang mampu bekerja sama, bukan sama-sama kerja, bahu membahu untuk mewujudkan impian bersama, yaitu tercapainya tujuan bersama. Organisasi bukan sebagai suatu sistem tertutup tetapi suatu sistem terbuka yang harus mempertahankan kelangsungan hidupnya menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan.

 Dan pada prinsipnya setiap organisasi harus memiliki tiga unsur dasar, yaitu :

a. Sekumpulan orang,

b. Adanya kerjasama,

c. Tujuan yang ingin dicapai.

          Jika salah satu dari ketiga kategori tersebut tidak terdapat dalam sebuah organisasi, maka hal tersebut bukanlah suatu organisasi namun hanyalah berupa perkumpulan biasa. Dalam organisasi terdapat beberapa definisi mengenai teori organisasi. Diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Teori klasik

Mempelajari tentang struktur hubungan kekuasaan-kekuasaan, tujuan-tujuan, peranan-peranan, kegiatan-kegiatan, komunikasi dan faktor-faktor lain yang terjadi bila orang bekerjasama.

2. Teori birokasi ( menekankan struktur organisasi)

3. Teori administrasi (menekankan pembagian kerja sebagai faktor utama

    dalam organisasi)

4. Teori managemen ilmiah (menerapkan pada metode ilmiah yaitu study,

    analisa, pemecahan masalah)

5. Teori neo-klasik

   Mempelajari tentang pentingnya aspek psikologi dan sosial karyawan

   sebagai individu maupun sebagai bagian kelompok kerjannya.

6.Teori modern

 Secara khusus manajemen organisasi mempunyai dua tugas utama yaitu  efektivitas dan efisiensi.

Untuk mengelola organisasi dengan baik, maka diperlukan suatu pengelolaan atau manajemen organisasi. Adapun fungsi utama manajemen ini adalah sebagai perencanaan dari pemilihan sekumpulan kegiatan dan pemutusan tindakan yang akan diambil.Selain itu jika dilihat dari segi organisasi manajemen berfungsi sebagai suatu proses untuk merancang struktur formal, mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas-tugas atau pekerjaan diantara anggota organisasi. Dalam manajemen organisasi juga diperlukan pengontrolan atau pengawasan sebagai proses untuk menjamin bahwa tujuan-tujuan organisasi dan manajemen tercapai dengan baik.

Beberapa contoh organisasi diantaranya adalah partai-partai, perusahaan-perusahaan, pabrik-pabrik, departemen, kelompok karyawan, arisan ibu-ibu, perkumpulan tukang ojek, Organisasi sekolah : Paskibra, PMR, Pramuka, Marching Band, dll. Organisasi mahasiswa : BEM dsb.

Macam-macam organisasi

1. Organisasi informal

   Terbentuk tanpa sengaja berdasarkan karena persamaan tujuan.

   Contoh :    arisan, perkumpulan     kelas, dsb.

2. Organisasi formal

    Dibentuk karena ada tujuan yang jelas dan menikat anggota organisasinya.

    Profit : mencari keuntungan atau laba

    Contoh : perusahaan barang atau jasa, pabrik.

    Nonprofit : tidak mencari keuntungan

    Contoh : organisasi sosial, PBB, ASEAN

Sekilas Mengenai Perkembangan Organisasi  

Pengembangan Organisasi merupakan program yang berusaha meningkatkan efektivitas keorganisasian dengan mengintegrasikan keinginan individu akan pertumbuhan dan perkembangan dengan tujuan keorganisasian.Pentingnya perkembangan organisasi disebabkan karena adanya :

  · Perubahan adalah pertanda kehidupan

  · Perubahan memberikan harapan

  · Pengembangan merupakan tanggapan atas perubahan

  · Pengembangan merupakan usaha untuk menyesuaikan dengan hal baru 

 

Minggu, 15 November 2009

Konflik

Manajemen Konflik


1. Pengertian Konflik

Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.

Tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.

Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya.

2. Aspek Positif dalam Konflik

Konflik bisa jadi merupakan sumber energi dan kreativitas yang positif apabila dikelola dengan baik. Misalnya, konflik dapat menggerakan suatu perubahan :

  1. Membantu setiap orang untuk saling memahami tentang perbedaan pekerjaan dan tanggung jawab mereka. 
  2. Memberikan saluran baru untuk komunikasi. 
  3. Menumbuhkan semangat baru pada staf.
  4. Memberikan kesempatan untuk menyalurkan emosi.
  5. Menghasilkan distribusi sumber tenaga  yang lebih merata  dalam organisasi.

Apabila konflik mengarah pada kondisi destruktif, maka hal ini dapat berdampak pada penurunan efektivitas kerja dalam  organisasi  baik secara perorangan maupun kelompok, berupa penolakan, resistensi terhadap perubahan, apatis, acuh tak acuh, bahkan mungkin muncul luapan emosi destruktif, berupa demonstrasi.

3. Penyebab Konflik

Konflik dapat berkembang karena berbagai sebab sebagai berikut:

  •  Batasan pekerjaan yang tidak jelas
  • Hambatan komunikasi
  • Tekanan waktu
  • Standar, peraturan dan kebijakan yang tidak masuk akal 
  • Pertikaian antar pribadi
  • Perbedaan status
  • Harapan yang tidak terwujud

4. Pengelolaan Konflik

Konflik dapat dicegah atau dikelola dengan:

  1. Disiplin: Mempertahankan disiplin dapat digunakan  untuk mengelola dan mencegah konflik. 
  2. Manajer perawat harus mengetahui dan memahami peraturan-peraturan yang ada dalam organisasi. Jika belum jelas, mereka harus mencari bantuan untuk memahaminya.
  3. Pertimbangan Pengalaman dalam Tahapan Kehidupan: Konflik dapat dikelola dengan mendukung perawat untuk mencapai tujuan sesuai dengan pengalaman dan tahapan hidupnya.  Misalnya; Perawat junior yang berprestasi  dapat  dipromosikan untuk mengikuti pendidikan kejenjang  yang lebih tinggi, sedangkan bagi perawat senior yang berprestasi dapat dipromosikan  untuk menduduki  jabatan yang lebih tinggi.
  4. Komunikasi: Suatu Komunikasi yang baik akan menciptakan lingkungan yang terapetik dan kondusif. Suatu upaya yang dapat dilakukan manajer untuk  menghindari konflik adalah dengan menerapkan  komunikasi yang efektif dalam kegitan sehari-hari  yang akhirnya dapat dijadikan sebagai  satu cara hidup.
  5. Mendengarkan secara aktif: Mendengarkan secara aktif merupakan hal penting untuk mengelola konflik. Untuk memastikan bahwa penerimaan para manajer perawat telah memiliki pemahaman yang benar, mereka dapat merumuskan kembali permasalahan para  pegawai sebagai tanda bahwa mereka telah mendengarkan.

5. Teknik atau Keahlian Untuk Mengelola Konflik

Pendekatan dalam resolusi konflik tergantung pada :

  • Konflik itu sendiri
  • Karakteristik orang-orang yang terlibat di dalamnya  
  • Keahlian individu yang terlibat dalam penyelesaian konflik
  • Pentingnya isu yang menimbulkan konflik
  • Ketersediaan waktu dan tenaga

6. Strategi

1)       Menghindar

Menghindari konflik dapat dilakukan jika isu atau masalah yang memicu konflik tidak terlalu penting atau jika potensi konfrontasinya tidak seimbang dengan akibat yang akan ditimbulkannya. Penghindaran merupakan strategi yang memungkinkan pihak-pihak yang berkonfrontasi untuk menenangkan diri. Manajer perawat yang terlibat didalam konflik dapat menepiskan isu dengan mengatakan “Biarlah kedua pihak mengambil waktu untuk memikirkan hal ini dan menentukan tanggal untuk melakukan diskusi”

2)       Mengakomodasi

Memberi kesempatan pada orang lain untuk mengatur strategi pemecahan masalah, khususnya  apabila isu tersebut penting bagi orang lain. Hal ini memungkinkan timbulnya kerjasama dengan memberi kesempatan  pada mereka untuk  membuat keputusan. Perawat yang menjadi bagian dalam konflik dapat mengakomodasikan pihak lain dengan menempatkan kebutuhan pihak lain di tempat yang pertama.

3)       Kompetisi

Gunakan metode ini jika anda percaya bahwa anda memiliki lebih banyak informasi dan keahlian yang lebih dibanding yang lainnya atau ketika anda tidak ingin mengkompromikan nilai-nilai anda. Metode ini mungkin bisa memicu konflik tetapi bisa jadi merupakan metode yang penting untuk alasan-alasan keamanan.

4)       Kompromi atau Negosiasi

Masing-masing memberikan dan menawarkan sesuatu pada waktu yang bersamaan, saling memberi dan menerima, serta meminimalkan  kekurangan semua pihak yang dapat menguntungkan semua pihak.

5)    Memecahkan Masalah atau Kolaborasi  

-   Pemecahan sama-sama   menang  dimana individu yang terlibat mempunyai tujuan kerja yang sama.

-  Perlu adanya satu komitmen dari semua pihak yang terlibat untuk saling mendukung dan  saling memperhatikan satu sama lainnya.

7. Petunjuk Pendekatan Situasi Konflik

  • Diawali  melalui penilaian diri sendiri
  • Analisa  isu-isu seputar konflik
  • Tinjau kembali  dan sesuaikan dengan  hasil eksplorasi diri sendiri
  • Atur dan rencanakan  pertemuan antara individu-individu yang terlibat konflik
  • Memantau sudut pandang dari semua individu yang terlibat
  • Mengembangkan dan  menguraikan solusi
  • Memilih solusi dan melakukan tindakan
  • Merencanakan Pelaksanannya


;;

Template by:
Free Blog Templates